Archive for the ‘Aswaja Centre’ Category
Toleransi Beragama
Hasil keputusan Bahtsul Masail Putaran ke-IV
Di MASJID DARUSSALAM MWC NU GUBENG
Kertajaya 7 Raya No 44 Surabaya.
Ahad 8 April 2012
Mushahih:
KH. Asyhar Shofwan
KH. Imam Syuhadak
Perumus:
K. Abdul Malik
H. M. Ali Maghfur Syadzili Iskandar
Moderator:
Ust. Luqmanul Hakim
Ust. Nasir Abadz
Notulen:
Ust. Irfan Mu’tashim
Potret Toleransi Beragama
Driskipsi masalah
Keberagaman adalah salah satu khazanah yang dimiliki oleh bangsa indonesia yang mempunyai luas geografis yang terbentang luas mulai sabang sampai merauke, mulai dari warna kulit, bahasa, budaya, sampai keberagaman dalam keyakinan dan agama, sehingga hal ini menuntut sikap saling menghormati dan toleransi antar suku dan umat beragama agar dapat terjalin keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara, dengan demikian stabilitas perputaran roda kehidupan dapat berjalan dengan baik.
Akan tetapi sikap saling menghormati dan toleransi tersebut terkadang mendorong pemeluk agama di tanah air ini masuk bukan hanya pada ranah tataran toleransi antar umat beragama namun juga sampai pada batas tata cara beragama, hal ini dapat di lihat ketika telah datang waktu perayaan hari raya oleh salah satu agama maka pemeluk agama lainya akan ikut berbagi dengan mengucapkan selamat atas hari raya tersebut, bukan sampai disini bahkan ketika salah satu pemeluk agama membangun fasilitas ibadah maka pemeluk agama lainya ikut berpartisipasi dengan memberikan sumbangsih berupa financial ataupun material.
Pertanyaan
Bolehkah seorang muslim berta’ziyah dengan mendatangi prosesi pemakaman pemeluk agama lain?
Soal Bahtsul Masail IV LBM NU Kota Surabaya
Asilah Bahtsul Masail Putaran IV
MWC NU GUBENG DI MASJID DARUSSALAM
Kertajaya 7 Raya No 44 Surabaya. Ahad 8 April 2012
Bela Sungkawa Dengan Karangan Bunga
Diskripsi Masalah
Suka dan duka adalah dua hal yang selalu silih berganti datang pada manusia bagaikan siang dan malam, disatu saat ia bahagia namun disaat yang lain ia harus rela menelan pahitnya ujian dan cobaan, nah tatkala manusia bahagia karena datangnya suatu nikmat maka sanak keluarga, handai toulan akan datang berbagi untuk mengucapkan kata selamat sebagai expresi solidaritas antar sesama, demikian pula tatkala manusia tertimpa mushibah (kematian misalnya) maka merekapun juga datang untuk mengucapkan kata bela sungkawa. Dalam hal ini ada beragam expresi bela sungkawa yang diberikan, ada kalanya secara langsung dengan datang kerumah duka, ada pula yang melalui media komunikasi semisal, SMS, face book, twiter, dll, ada pula yang dengan mengirimkan karangan bunga kepada yang bersangkutan.
Pertanyaan
- Bagaimanakah hukum mengirim karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa atau turut bersedih dalam kematian atau saat dirawat di rumah sakit?
- Apakah dengan mengirim karangan bunga sudah cukup disebut sebagai ‘iyadatul maridl dan takziyah meskipun pengirimnya tidak datang?
- adakah unsur tabdzir dalam mengirim karangan bunga mengingat harganya yang mahal? (PP Manbaul Falah Rungkut Menanggal) Read the rest of this entry »
Merayakan Maulid Nabi SAW
Surabaya
Maulid Sebagai Tradisi
Maulid Nabi Muhammad Saw bukanlah ibadah, tetapi sebuah tradisi. Sebab kalau ibadah maka sudah pasti ada tuntunan tentang waktu, tatacara dan sebagainya, baik dalam al Quran maupun Hadis. Karena Maulid bukan ibadah, maka boleh saja tidak melakukan Maulid, tetapi tidak boleh mengharamkannya bagi para pecinta Maulid. Kendatipun Maulid adalah sebuah tradisi, namun di dalamnya mengandung nilai-nilai ibadah seperti membaca shalawat, sedekah, membacakan kisah Rasulullah, dan tidak ada menyimpang dari dalil-dalil dalam agama. Oleh karenanya Imam al-Ghazali memiliki istilah yang indah:
“Jika secara satu persatu (partikel) tidak ada yang haram, lalu darimana secara keseluruhan menjadi haram?” (Ihya Ulumiddin II/273) Read the rest of this entry »