Archive for the ‘Berita’ Category

Hikmah dan Manfaat Shalat Berjama’ah

Oleh,

H. M. Ali Maghfur Syadzili Iskandar, S.Pd.I

Menurut Jumhur Ulama’, sholat berjama’ah hukumnya sunnah muakkad, sedangkan menurut Imam Ahmad Bin Hanbal, sholat berjama’ah hukumnya wajib. Rosulullah SAW selama hidupnya sebagai Rosul belum pernah meninggalkan sholat berjama’ah di masjid meskipun beliau dalam keadaan sakit. Rosululah SAW pernah memperingatkan dengan keras keharusan sholat berjama’ah di masjid, sebagai mana diuraikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Muslim berikut :

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدهممت أن اَمُرَ بِحَطْبٍ فَيَحْتَطِبُ ثُمَّ اَمُرَ بِا لصَّلاَةِ فَيُؤَذِّنَ لَهَا ثُمَّ اَمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ, ثُمَّ اُخَالِفَ اِلَى رَجُالٍ لاَيَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحْرِقَ عَلَيْهِم بُيُوتَهُمْ – متفق عليه

“Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, sungguh aku bertekad menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku suruh seorang adzan untuk sholat dan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi kepada orang-orang yang tidak ikut sholat, kemudian aku bakar rumah mereka”

Pada suatu saat Rosulullah didatangi oleh salah satu sahabat yang dicintainya, yaitu Abdullah Bin Umi Maktum. Ia berkata kepada Rosulullah bahwa dirinya buta dan tidak ada yang menuntunnya ke masjid sehingga ia memohon kepada Nabi untuk memberinya keringanan untuk tidak melaksanakan sholat berjama’ah di masjid. Read the rest of this entry »

Kedudukan dan Keutamaan Shalat Tahajjud

Oleh, H. M. Ali Maghfur Syadzili Iskandar, S.P.d.I

Shalat Tahajjud memiliki kedudukan yang sangat tinggi apabila dibandingkan dengan shalat-shalat sunnah yang lain. Hal itu terjadi karena Shalat Tahajjud pernah menjadi Shalat yang diwajibkan sebelum wajibnya Shalat Lima Waktu, meskipun kewajiban itu hanya bagi Rasulullah saw.[1]

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ ) رواه النسائى والدرمى(

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. dan shalat yang terbaik setelah shalat lima waktu adalah shalat malam”. (HR. Nasai dan Darami)[2]

Bahkan secara khusus Allah berfirman seraya menyeru kepada Nabi Muhammad tentang shalat malam tersebut: Read the rest of this entry »

Dirgahayu 86 tahun NU Mengabdi Bangsa

Didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926 M (16 Rajab 1344 H), dalam hitungan kalender miladiyah Nahdlatul Ulama (NU) saat ini berusia 86 tahun.

Sebagai Jam’iyyah Diniyah, NU adalah wadah bari para ulama dan pengikut-pengikutnya dengan tujuan memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam menganut faham Ahlussunnah Waljamaah.
NU dalam bidang aqidah mengikuti madzhab Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi; dalam bidang fiqih mengikuti salah satu dari madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali), dalam bidang tasawuf mengikuti madzhab Imam al-Junaidi al-Baghdadi dan Abu Hamid al-Ghazali.

Dirgahayu Nahdlatul Ulama Jam’iyyah ku
86 tahun mengabdi bangsa

Penutupan NU Expo

Surabaya

Carly ST12 bersama Wagub Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Menutup acara NU Expo di Grand City Surabaya.

Harlah ke-58 IPNU

Surabaya, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya berencana menggelar kegiatan untuk memperingati Harlah IPNU yang k-58. Read the rest of this entry »

IPNU Surabaya gagas seminar Kebangsaan

Surabaya

PC IPNU Surabaya akan mengelar seminar tentang kebangsaan. Seminar kebangsaan bertema “Agama, sosial dan politik dalam memajukan perekonomian”. Menurut Mundir sekertaris IPNU Surabaya ” Seminar ini diharapkan menjadi semangat bagi warga NU untuk meningkatkan ekonomi”, Read the rest of this entry »

Radio Suara NU

Surabaya

Sudah tiga bulan berjalan PCNU Surabaya memiliki Radio.  Radio Suara NU disiarkan dari Pahlawan Surabaya, suara NU Surabaya dikawal oleh lakpesdam, frekwensi yang dipakai 107,30 FM.

Haul KH. Ridwan Abdullah

Haul KH. Ridwan Abdullah
Surabaya, acara haul KH. Ridwan Abdullah salah pendiri NU, dan terkenal sebagai yang menciptakan lambang NU, Kyai Ridwan berasal dari Bubutan Surabaya dilaksanakan dengan sederhana dan khusyu’ di Musholah kampung Bubutan dekat kantor PCNU Surabaya, haul yang pada malam 10 Ramadhan di hadiri kyai-kyai, pengurus PCNU, tokoh partai dan masyarakat Bubutan, Kawatan, Tembok dan sekitarnya.
acara haul di awali dengan bacaan yasin oleh Rais Syuriah PCNU KH. Ahmad Dzul Hilmi Ghozali, dilanjutkan dengan tahlil yang dibawakan oleh Ustad Sajad (menantu Almarhum KH. Ali Muhammad imam Masjid Kemayoran). tampak hadir KH. MAs Sulaiman, KH.Muchid Murtadloh, KH.Mu’thi Nurhadi banyak lainnya.
sambutan keluarga diwakili oleh KH. Saiful Chalim (cucu KH. Ridwan Abdullah), lalu dilanjutkan dengan kesaksian dari tokoh yaitu H. Chasanan Noer.
H. Chasanan Noer bercerita tentang keikhalasan Kyai Ridwan dan sabar, serta tidak mau tampil, namun banyak ide-ide besar yang dimunculkan seperti menguburkan para pahlawan saat revolusi di makam pahlawan di Jalan Kusuma Bangsa dekat THR.
Gagasan besar Kyai Ridwan yang monumental namun tidak tercatat dalam sejarah adalah proses berdirinya Institut Teknologi Sepuluh November (ITS Surabaya). saat itu Kyai Ridwan meminta menantunya Yahya untuk mengumpulkan tokoh-tokoh untuk membuat karya yang monumental.

Pengumuman Awal Ramadhan 1931 H

Berita Duka

انّا للہ و انّا الیه راجعون
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un

Telah pergi ke rahmatullah, Bpk Drs. H. Moch. Manshur Qodir.
Wakil Ketua PCNU kota surabaya, pada hari selasa Pk, 01.30 WIB.
Alamat duka : Jl. Banowari 1 No. 5 Surabaya