Archive for the ‘Taushiyah’ Category
Anjuran dan Manfaat Shalat Tahajjud
MelaksanaKan Shalat Tahajjud
oleh,
H. M. Ali Maghfur Syadzili Iskandar, S.Pd.I
Melaksanakan Shalat Tahajjud adalah merupakan anjuran Rasulullah r, bahkan jika tidak hawatir memberatkan terhadap ummatnya pasti shalat Tahajjud wajib hukumnya. Semua ini tertuang dalam ayat Al Quran dan juga beberapa hadits. Diantaranya adalah: Read the rest of this entry »
Kenapa Harus Bermadzhab
BERMADZHAB
Oleh,
H. M. Ali Maghfur Syadzili Iskandar, S.Pd.I
A. Pengertian Bermadzhab
Bermadzhab adalah mengikuti hasil istinbath (penggalian) hukum dari ulama mujtahid. Dan secara khusus yang dimaksud bermadzhab di sini adalah mengikuti hasil istinbath hukum dari salah satu Empat Madzhab, yaitu Madzhab Chanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i, dan Madzhab Chambali. Hal inilah yang diungkapkan oleh KH. Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi Nahdlatul Ulama dan dibacakan oleh beliau pada Muktamar NU ke III di Surabaya tahun 1928 M, dan Muktamar NU ke IV di Semarang tahun 1929 M, yang secara detail akan diuraikan di bawah.
B. Mengapa Bermadzhab
Tidak ada alasan pada zaman sekarang untuk menolak bertaqlid (mengikuti) kepada para Imam Empat Madzhab, karena tidak dimungkinkannya setiap manusia mengambil hukum-hukum agama secara langlsung dari sumbernya, yani Al Quran dan Hadits. Demikian ini disebabkan tidak dapat terpenuhinya segala persyaratan ijtihad, seperti menguasai ilmu Al Quran, Hadits, Nahwu Lughat, Tashrif, dan perbedaan-perbedaan pendapat para ulama serta metode dalam mengambil hukum dari sumbernya (Ushul Fiqh). Read the rest of this entry »
IBADAH QURBAN DAN PENGELOLAANNYA
Oleh : Ahmad Asyhar Shafwan
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
1. Pengertian Qurban Dan Hukumnya
وهي ما يذبح من النعم تقربا إلى الله تعالى من يوم عيد النحر إلى آخر أيام التشريق (فتح الوهاب ج: 2 ص: 327 )
Qurban (Tadhhiyah) adalah ternak yang disembelih karena mendekatkan diri kepada Allah pada hari raya nahr sampai akhir hari tasyriq. Hukumnya sunnah kifayah dalam satu keluarga berdasarkan :
فصل لربك وانحر (الكوثر : 2 )
Maka shalatlah (hari raya) dan sembelihlah (qurban)
عن أنس رضي الله تعالى عنه قال ضحى النبي صلى الله عليه وسلم بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده الكريمة وسمى وكبر ووضع رجله المباركة على صفاحهما (رواه مسلم )
Dari Anas ra ia berkata bahwa Nabi saw berkurban dengan dua kambing kibasy berwarna putih lagi panjang tanduknya, beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri yang mulia seraya membaca basmalah, bertakbir dan meletakkan kaki beliau yang berkah diatas leher keduanya. HR. Muslim
قال صلى الله عليه وسلم ما عمل ابن آدم يوم النحر من عمل أحب إلى الله تعالى من إراقة الدم وإنها لتأتي يوم القيامة بقرونها وأظلافها وإن الدم ليقع من الله بمكان قبل أن يقع على الأرض فطيبوا بها نفسا (إعانة الطالبين ج: 2 ص: 330 )
Rasulullah saw bersabda : Tidaklah beramal seorang anak Adam pada hari raya nahr dengan amal yang lebih dicintai Allah Ta’ala daripada mengalirkan darah (hewan kurban), dan sesungguhnya hewan kurban akan datang dihari kiamat lengkap dengan tanduk dan kakinya, dan sesungguhnya darah (kurban) akan sampai disuatu tempat disisi Allah sebelum darah itu sampai diatas tanah, maka sucikanlah hatimu dengan korban.
SHALAT JAMA`AH
Oleh : Ahmad Dzul Hilmi Ghazali
Dalam pelaksanaan shalat, syari`at telah memberikan tuntunan agar dilakukan secara berjama`ah. Akan tetapi para ulama berbeda pandangan mengenai status hukum tuntutan syari`at tersebut. Di kalangan ulama syafi`i sendiri terdapat tiga pilihan hukum.
Pertama, sunnah muakkadah (سنة مؤكدة), seperti yang dikemukakan oleh Imam al-Rafi`i. Hal ini berdasarkan sabda nabi saw.:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً} رَوَاهُ الشَّيْخَان}
(Shalat jama`ah itu lebih utama dari pada shalat sendirian dengan selisih dua puluh tujuh derajat) hadits riwayat Bukhari dan Muslim
Dari hadits ini dapat diambil pengertian bahwa shalat jama`ah itu lebih utama, bukan merupakan kewajiban. Disamping itu Rasulullah saw. sendiri dalam melaksanankan shalatnya selalu berjama`ah semenjak beliau berhijrah ke Madinah.
